{
    "id": 455,
    "date": "2024-06-30",
    "title": "Program Pena Kemensos berhasil cetak 28.775 warga miskin jadi mandiri",
    "content": "Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (Pena) berhasil mencetak 28.775 warga miskin menjadi mandiri, sehingga mereka tidak lagi menerima bantuan sosial. \u00a0 Dalam rilis yang disiarkan oleh Kementerian Sosial di Jakarta,\u00a0Minggu, menyebut bahwa warga penerima bansos mendapat permodalan dan pelatihan usaha, pengemasan, pemasaran, literasi keuangan dan pendampingan hingga usahanya berjalan lancar dan berhasil. \u00a0 \u201cKarena usahanya sudah berhasil dan secara ekonomi bisa mandiri, ribuan masyarakat pra-sejahtera tersebut tidak lagi menerima bantuan sosial\u00a0atau di-graduasi dari penerima bantuan sosial,\u201d kata Mensos Risma. Baca juga: Mensos Risma luncurkan Pena Muda bantu anak muda dari kemiskinan \u00a0 Ia mengatakan\u00a0pada Mei 2024, Kementerian Sosial berhasil menggraduasi 3.415 keluarga penerima manfaat. Pada tahun 2023 sebanyak 10.073 KPM digraduasi dan tahun 2024 sebanyak 18.702 KPM berhasil digraduasi. \u00a0 \u201cJadi, total sejak graduasi tahun 2023 dan 2024 sebanyak 28.775 KPM telah berhasil digraduasi. Artinya, mereka terlepas dari kemiskinan dan tidak lagi menerima bansos,\u201d kata Mensos Risma. Jumlah ini jauh melampau target tahun 2023-2024, yaitu sebanyak 16.000 KPM. \u00a0 Risma menyampaikan graduasi adalah tahap awal dari pembinaan produk. Nantinya, para KPM yang sudah digraduasi tetap akan mendapatkan pendampingan pengembangan usaha, seperti pengembangan kemasan dan diversifikasi produk. Pendampingan akan terus dilakukan hingga KPM dapat mandiri. \u00a0 Program Pena menjadi program prioritas Mensos Risma, karena terbukti berhasil meningkatkan pendapatan KPM. Dari puluhan ribu KPM, hanya 37 orang yang belum berhasil meningkatkan pendapatannya. Dengan penanganan berkesinambungan, pihaknya optimistis semua KPM akan berhasil meningkatkan pendapatannya. \u00a0 Sementara itu, penerima Pena terbagi menjadi beberapa kelompok seperti Pena Reguler dan Pena Berdikari yang merupakan penerima program PKH dan sembako. \u00a0 Ada pula kelompok Pena Atensi yang terdiri atas\u00a0lansia, penyandang disabilitas, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta kelompok rentan. \u00a0 Kelompok lainnya ialah Pena Komunitas yang berhasil menggraduasi 1.822 KPM, Pena Bencana 52 KPM, dan Pena Vokasi 578 KPM. \u00a0 Selain kelompok tersebut, lanjutnya, Kementerian Sosial juga menyasar kaum muda, anak dari KPM PKH yang sudah lansia. Hal itu untuk mempertimbangkan kondisi KPM yang sudah lanjut usia. Baca juga: Mensos Risma tekankan kekuatan merek produk kepada KPM Pena\u00a0 Baca juga: Mensos: Program Pena atasi kemiskinan ekstrem dengan anggaran terbatas \u00a0 Pena muda dikhususkan bagi anak KPM PKH berusia 23-30 tahun, dan anak muda lainnya yang memenuhi syarat. Risma juga akan fokus pada kantong-kantong kemiskinan di daerah kepulauan yang sulit dijangkau. Pendekatan komunitas dipilih agar memudahkan proses pembinaan. \u00a0 \u201cKe depannya Kemensos akan lakukan (terapkan program Pena) di komunitas, terutama yang bermukim di daerah kepulauan,\u201d ujar Mensos Risma. \u00a0 Beberapa program Pena\u00a0Komunitas yang sudah dilakukan Mensos, seperti\u00a0memberdayakan istri-istri nelayan agar terampil mengolah ikan menjadi produk baru, seperti ikan kering dan abon ikan. Ia yakin Pena Komunitas dapat melepaskan masyarakat dari kemiskinan sehingga hidup mandiri secara ekonomi.Pewarta: Hana Dewi Kinarina KabanEditor: Endang Sukarelawati Copyright \u00a9 ANTARA 2024",
    "hashtags": "Kemensos, Mensos risma, Program pena",
    "url": "https://www.antaranews.com/berita/4174809/program-pena-kemensos-berhasil-cetak-28775-warga-miskin-jadi-mandiri"
}